Mengenal Karakteristik Bahan Ajar yang Baik
Nama : Sari Rahayu (11901291)
Kelas : PAI 6H
Makul : Magang 2
Bahan ajar adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan materi kepada para peserta didik. Hal ini memuat tenang materi yang akan diajarkan, metode yang digunakan dalam penyampaian materi dan pesan oleh guru, batasan-batasan materi, cara penilaian dari seorang guru kepada peserta didik untuk memberikan nilai, dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan untuk mempermudah seorang guru dalam melaksanakan tugasnya dan agar dapat mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran yang sedang dipelajari.
Pada umumnya, bahan ajar dapat memuat suatu bidang pelajaran yang dibagi menjadi beberapa bagian dan topik yang dijelaskan secara rinci dan jelas. Guru dapat menentukan metode dan cara apa yang akan ia praktekkan kepada para peserta didik dalam menyampaikan materi. Oleh sebab itu guru dibebaskan untuk membuat bahan ajar sendiri atau memanfaatkan bahan ajar yang telah ada sebelumnya. Ketika guru ingin membuat bahan ajar sendiri maka ia diperbolehkan untuk mengambil beberapa materi dari beberapa referensi yang berbeda dan disusun dengan baik agar bahan ajar yang diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik serta dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi.
Dalam proses pembuatan bahan ajar yang baik diharapkan seorang guru dapat melengkapinya dengan pedoman untuk pendidik dan peserta didik agar dapat terarah ke arah yang ingin dicapai. Karena setiap bahan ajar yang digunakan oleh guru akan menjadi patokan untuk melihat keberhasilan dalam proses belajar dan pelajaran dapat dipahami dengan baik oleh para siswa melalui bahan ajar yang telah digunakan. Penyusunan bahan ajar yang sistematis dan dirancang sesuai dengan kurikulum yang digunakan bisa jadi dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar dan mencari tahu secara mandiri apa yang ingin mereka ketahui.
Hal ini juga akan memacu siswa untuk terus kreatif dalam memanfaatkan sumber belajar yang telah ada, salah satunya adalah bahan ajar yang telah dibuat itu sendiri. Akan lebih baik lagi jika didalam bahan ajar tersebut sudah memuat segala sesuatu yang ingin diketahui oleh para siswa secara lengkap dan mudah dimengerti, kemungkinan besar mereka akan lebih cepat paham dan juga akan lebih mudah mengingat apa yang telah mereka pelajari serta memberikan efek senang ketika belajar. Oleh sebab itu pentingnya pengaruh bahan ajar dalam proses belajar siswa.
Bahan ajar yang digunakan oleh guru pada saat mengajar terbagi menjadi dua, yaitu bahan ajar yang didesain khusus secara lengkap dan adapula bahan ajar yang didesain tidak lengkap. Bahan ajar yang didesain khusus secara lengkap adalah bahan ajar yang memuat semua komponen dan materi yang ingin dipelajari secara lengkap, yaitu tujuan pelajaran diberikan, kompetensi yang ingin dicapai, jadwal kegiatan yang akan dilakukan siswa, materi yang disusun secara sistematis, tugas, evaluasi, dan umpan balik yang baik. Sedangkan bahan ajar yang didesain tidak lengkap adalah bahan ajar yang memuat tentang media yang digunakan pada saat belajar, seperti alat peraga yang akan dimanfaatkan oleh guru dalam menjelaskan suatu materi kepada para siswa.
Penentuan karakteristik dalam cara mengajar dan menentukan bahan ajar adalah hal yang mendasar dan diutamakan, hal ini dikarenakan oleh penyeimbangan terhadap karakteristik siswa yang berbeda-beda pada saat proses belajar berlangsung. Untuk menyatukan perbedaan tersebut agar seluruh siswa dapat mengerti dengan materi yang dipelajari maka haruslah dilakukan pemilihan bahan ajar yang tepat. Apabila segala hal yang telah ditentukan tidak diterapkan dengan baik maka akan berdampak pada terhambatnya perkembangan siswa dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Dalam
penentuannya, bahan ajar hendaknya memiliki beberapa karakteristik yang baik
dan sesuai sebagaimana bahan ajar yang ada pada umumnya, yaitu :
1. Self instructional, artinya bahan ajar yang telah dibuat dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri untuk belajar mengetahui sesuatu yang ingin mereka ketahui secara jelas dan mudah dipahami.
2. Self contained, artinya bahan ajar yang telah dibuat harus memuat sesuatu secara utuh dan lengkap dari satu kompetensi ataupun subkompetensi.
3. Stand alone, artinya bahan ajar yang telah dibuat dan dikembangkan harus dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung kepada bahan ajar lainnya yang harus digunakan secara bersamaan pada saat materi diajarkan.
4. Adaptive, artinya bahan ajar yang telah dibuat harus dapat beradaptasi dan menyesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang sudah ada.
5. User friendly, artinya setiap arahan, penjelasan dan instruksi yang ditampilkan dalam bahan ajar yang telah dibuat dapat membantu para pemakainya dalam menyelesaikan suatu kesulitan yang ditemukan, serta mempermudah pembaca mendapatkan pemahaman dengan sejelas-jelasnya.
Berikutnya adalah bentuk-bentuk bahan ajar dalam berbagai format, yaitu media sederhana, media grafis, media cetak, media audio, media video, dan media berbasis komputer, yang diuraikan sebagai berikut :
1. Format media sederhana
Alat peraga yang biasa sering guru gunakan ketika menjelaskan materi yang dipelajari adalah alat peraga yang ada dilingkungan sekitar dalam bentuk benda-benda nyata. Seperti, tumbuh-tumbuhan, gunung, binatang, rumah, dan benda-benda lainnya yang mudah ditemui dan ada disekitar. Alat peraga ini termasuk kedalam bahan ajar yang didesain secara tidak lengkap. Guru diharapkan dapat mengembangkan segala benda yang ada di sekitar dengan baik sehingga dapat menghasilkan suatu karya yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Seperti membuat globe, membuat kerangka tubuh manusia, membuat peta, dan lain sebagainya. Alat-alat tersebut mempunyai kemungkinan besar untuk dikembangkan sebagai bahan ajar yang baik. Serta mendorong efektivitas dan kreatifitas dalam menanamkan konsep atau materi pada siswa.
Kelebihan yang dapat dirasakan ketika mengajar menggunakan format media sederhana ini adalah :
- Mudah dijumpai di sekitar kita.
- Lebih realistis sehingga dapat mudah dipahami.
- Akan menghemat biaya, karena masih bisa didapatkan di sekitar kita.
2. Format media grafis
Media grafis adalah bahan ajar yang dibuat dalam bentuk gambar ataupun tulisan. Ketika guru tidak dapat menemukan alat peraga untuk menjelaskan suatu materi, maka ia dapat menggambar berbagai bentuk benda sesuai dengan keinginan dan kreatifitasnya. Seperti menggambar planet, bumi, matahari, atau bahkan menggambar binatang buas yang digunakan sebagai bahan untuk menjelaskan materi. Media-media pembelajaran tersebut yaitu : gambar atau foto, sketsa, diagram, kartun, poster, peta, globe, dan lain-lain.
Kelebihan yang dapat dirasakan ketika mengajar menggunakan media grafis ini adalah guru jadi dapat membuat sendiri sebagai contoh apa yang ingin ia jelaskan, mudah diperoleh, murah, dan dapat dijangkau dengan mudah.
3. Format bahan ajar cetak
Bahan ajar dengan format media cetak ini akan lebih menekankan kepada teknis produksi media melalui pencetakan. Beberapa contoh media cetak yang dimaksud adalah majalah, surat kabar, buku, makalah, brosur, dan sebagainya. Dalam perkembangannya didunia pendidikan dan pembelajaran, media cetak dimanfaatkan untuk mengembangkan bahan pembelajaran di sekolah. Pengembangannya biasa dalam bentuk buku, modul, makalah, lembar kerja siswa (LKS), majalah sekolah, dan sebagainya.
Adapun kelebihan yang dirasakan ketika menerapkan format bahan ajar cetak adalah :
- Dapat digunakan sebagai bahan untuk belajar secara mandiri.
- Dapat melengkapi pelajaran dengan berbagai sumber.
- Lebih ekonomis.
4. Format bahan ajar audio
Beberapa jenis media yang termasuk kedalam format abahn ajar yang menggunakan audio adalah radio, tape rekorder, piringan hitam, CD, labotorium bahasa. Ketika ingin mengembangkan bahan ajar yang berformat audio maka hal yang dapat dilakukan adalah dengan cara merekam beberapa suara dan kemudian dimasukkan ke dalam kaset audio ataupun alat rekam audio lainnya. Program dengan kaset ini adalah suatu program instruksional yang direkam dan dan didengar kembali dalam bentuk tape recorder. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dalam mengembangkan bahan ajar dalam format audio, yaitu :
- Dapat mengembangkan daya imajinasi siswa.
- Dapat merangsang partisipasi aktif siswa dalam belajar.
- Dapat belajar dan menyampaikan materi yang sebelumnya belum disampaikan oleh guru.
- Dapat digunakan dimana saja dan kapan saja.
- Dapat didengarkan berulang-ulang.
- Dapat melatih siswa untuk berlatih berbicara dan menjadi pendengar yang baik.
5. Format bahan ajar video
Beberapa bahan belajar yang menggunakan format bahan ajar video adalah film, televisi, slide suara, permainan simulasi. Belajar dengan menggunakan video akan menyampaikan pesan dengan suara dan juga disertai dengan gambar. Pesan yang disampaikan oleh guru harus bersifat fakta dan fiktif. Contoh pesan yang bersifat fakta adalah seperti meyampaikan suatu peristiwa, kejadian, ataupun berita. Sedangkan penyampaian pesan secara fiktif adalah penyampaian cerita yang bersifat informatif, mendidik, dan memberikan beberapa arahan.
Adapun kelebihan yang dapat dirasakan ketika memilih bahan ajar menggunakan format video adalah :
- Dapat menarik perhatian dan minat siswa dengan mudah dan dengan waktu yang singkat.
- Dapat menyajikan informasi yang ingin disampaikan kepada para siswa.
- Informasi jadi dapat dipersiapkan secara matang sebelum diperlihatkan kepada siswa.
- Rekaman dapat diputar berulang-ulang dimanapun dan kapanpun.
- Bisa menyajikan materi secara dekat dan bergerak.
- Penyajiannya dapat diatur, seperti suara dapat dibesarkan dan dapat dikecilkan, tayangan bisa dihentikan ataupun dipercepat, dan lain-lain.
6. Format bahan ajar menggunakan komputer
Agar dapat menarik perhatian siswa maka sebaiknya bahan ajar yang digunakan adalah bahan ajar terbaru yang selalu diperbaharui. Pada saat sekarang ini perkembangan ilmu dan teknologi informatika selalu mengalami kemajuan yang signifikan, maka diharapkan seorang guru dapat memanfaatkan segala bantuk hal yang dapat dijadikan sebagai bahan ajar yang kreatif dan inovatif. Pada saat komputer digunakan sebagai alat untuk pembelajaran maka hal tersebut akan dapat mengembangkan program pembelajaran yang ada.
Itulah beberapa penjelasan terkait dengan karakteristik bahan ajar yang baik yang dapat diterapkan oleh seorang guru selama mengajar. Seorang guru harus selalu menemukan terobosan baru agar suasana pembelajaran bisa berkembang menjadi lebih baik dan lebih menyenangkan. Peran guru dan peran siswa dalam dunia pendidikan adalah bagian yang utama, karena pada saat belajar guru akan berperan sebagai pemberi informasi serta ilmu pengetahuan dan siswa akan berperan sebagai penerima pesan yang telah disampaikan. Dalam hal ini guru tentu saja memerlukan bahan ajar baik itu dengan cara memanfaatkan bahan ajar yang sudah tersedia ataupun membuat bahan ajar sendiri yang lebih lengkap dari yang sudah ada sebelumnya, hal ini bertujuan agar segala tujuan yang ingin tercapai dapat tercapai dengan mudah dan memudahkan siswa dalam menerima pembelajaran yang ada.
Komentar
Posting Komentar